SKRIPSI TENTANG PENGARUH BIMBINGAN PRIBADI TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL SISWA



BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah
          Pada dasarnya pendidikan sekolah merupakan bagian pendidikan dalam keluarga, yang sekaligus juga merupakan lanjutan dari pendidikan dalam keluarga. Di samping itu kehidupan di sekolah, kehidupan di sekolah adalah jembatan bagi anak yang menghubungkan yang menghubungkan kehidupan dalam keluarga dengan kehidupan dalm masyarakat kelak.
       Pada lembaga pendidikan upaya mengembalikan kepribadian siswa agar maksimal, di perlukan program bimbingan secara terarah pada setiap siswa. Bimbingan dan konseling merupakan kegiatan pelayanan bantuan bagi peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mandiri dan berkembang secara optimal baik dalam bidang bimbingan pribadi, bimbingan sosial, bimbingan belajar, dan bimbingan karir.
            Secara umum tujuan penyelengaraam bimbingan dan konseling adalah “berupaya membantu siswa menemukan pribadinya, dalam hal mengenal kekuatan dan kelemahan dirinya, serta menerima dirinya secara positif dan dinamis sebagai modal pengembangan diri lebih lanjut” (Sukardi, 2008:52)
      Kebutuhan bimbingan pribadi, bimbingan sosial, bimbingan belajar, dan bimbingan karir sebenarnya tidak terbatas pada siswa yang sudah bermasalah dan tidak mampu mengatasinya. Melainkan siswa yang tidak bermasalahpun memerlukanya. Karena kita menyadari bahwa manusia tidak pernah lepas dari masalah. Maka bimbingan perlu diberikan pada murid dan akan lebih baik diberikan sebelum individu mengalami masalah. Sebab dengan berbagai masalah yang dihadapi oleh siswa (emosi yang labil) tidak jarang mengambil tindakan-tindakan yang tidak saja merugikan diri sendiri, melainkan juga merugikan orang lain. Oleh karena itu petugas dalam bidang bimbingan dan konseling perlu kiranya memahami dan dapat melaksanakan usaha layanan konseling itu sebaik-baiknya.
       Salah satu jenis layanan yang diberikan di lembaga pendidikan adalah layanan bimbingan pribadi. Dalam konteks ini layanan bimbingan pribadi merupakan bagian yang penting dari sekolah berkenaan dengan pembinaan norma-norma kesopanan. Namun demikian, bimbingan dan penyuluhan tidak akan terlaksana dengan baik tanpa adanya pelaksanaan yang baik dari siswa yang bersangkutan.
     Pengembangan bimbingan pribadi siswa melalui pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah bisa diwujudkan melalui layanan bimbingan pribadi. Bimbingan pribadi adalah jenis bimbingan yang membantu siswa dalam menghadapi dan memecahkan masalah pribadi. Bidang pengembangan pribadai siswa mencakup mengembangkan aspek-aspek kepribadian siswa yang menyangkut dengan sosial.
Pada hakikatnya manusia menginginkan keberhasilan dan kelayakan hidup. Untuk menjadi orang yang berhasil diperlukan suatu kecerdasan tertentu di antaranya kecerdasan akal (intellegence Question). Akan tetapi dengan kecerdasan akal (IQ) saja tidak dapat menjamin keberhasilan hidup seseorang. Tidaklah benar asumsi masyarakat selama ini bahwa orang yang mempunyai IQ tinggi dikatakan cerdas dan orang yang mempunyai IQ rendah tentu bodoh. Para psikolog sepakat bahwa IQ hanya menyumbangkan kira-kira dua puluh persen sebagai faktor dalam menetukan keberhasilan, delapan puluh persen berasal dari faktor lain.
Daniel Goleman, salah seorang Profesor dari Universitas Harvard, dalam bukunya yang berjudul Emotional Intelligence, menjelaskan bahwa ada faktor lain selain faktor IQ yang ikut menentukan tingkat kesuksesan seseorang yaitu faktor kecerdasan emosional [Emotional Intelligence].
Pada masa remaja, kecerdasan emosional memiliki peran penting dalam mencapai prestasi.  Parker,  J.D.A.  (2007  dikutip  dari  Hashim,  2010)  meneliti  hubungan  antara kecerdasan emosional dengan kekuatan akademik dalam bidang pendidikan. Hasil dari penelitian   ini   menunjukkan   bahwa   ada   hubungan   antara   prestasi   akademik   dengan kecerdasan emosional, yang mana pelajar yang memiliki kecerdasan emosional yang lebih tinggi cenderung mendapatkan pencapaian yang lebih baik dalam prestasinya dibandingkan dengan pelajar yang memiliki kecerdasan emosional rendah.
Penelitian selanjutnya  yang menunjukkan pentingnya kecerdasan emosional adalah penelitian yang dilakukan oleh Carso, S.M. (2000 dikutip dari Hashim, 2008:35). Carso meneliti hubungan  antara  kecerdasan  emosional  dan  kemampuan  istimewa  remaja.  Hasil  dari penelitian ini menunjukkan  remaja yang mengalami  perkembangan  kemampuan  istimewa yang  baik  memiliki  nilai  kecerdasan  emosional  yang  lebih  tinggi  dibandingkan  dengan pelajar yang kemampuan istimewanya tidak berkembang dengan baik. Penelitian ini juga menunjukkan adanya pengaruh kecerdasan emosional anak-anak terhadap tahapan sosial mereka, dimana anak yang memiliki kecerdasan emosional yang lebih tinggi menunjukkan proses tahapan perkembangan sosial yang baik dibandingkan dengan anak yang memiliki kecerdasan emosional rendah.
  Tujuan pendidikan nasional suatu bangsa menggambarkan manusia yang baik menurut  pandangan  hidup yang  dianut  oleh  bangsa  itu,  dan  tujuan  pendidikan sesuatu bangsa mungkin tidak akan sama dengan bangsa lainnya, karena pandangan hidup  mereka  biasanya  tidak akan  sama.  Tetapi  pada  dasarnya  pendidikan  setiap bengsa tentu sama, yaitu semua menginginkan terwujudnya manusia yang baikyaitu manusia  yang  sehat,  kuat  serta  mempunyai  ketrampilan,  pikirannya  cerdas  serta pandai, dan hatinya berkembang dengan sempurna.
Dalam  perkembangannya  istilah  pendidikan  berarti  bimbingan  atau pertolongan yang diberikan secara sengaja terhadap anak didik oleh orang dewasa agar  anak  didik  menjadi  dewasa,  dalam  perkembangan  selanjutnya,  pendidikan berarti usaha yang dijalankan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk mempengaruhi seseorang atau sekelompok orang agar menjadi dewasa atau mencapai tingkat hidup dan penghidupan yang lebih tinggi dalam arti mental. Dengan demikian pendidikan berarti, segala usaha orang dewasa dalam pergaulan dengan anak-anak untuk memimpin perkembanagan jasmani dan rohaninya kearah kedewasaan.
Adapun yang menjadi landasan penulis memilih SMP Islam annur fatmah sebagai objek penelitian. Maka untuk mengarahkan masa yang masih khayal (Gejolak) ini anak masih perlu diberikan motivasi atau dorongan, bimbingan, pengawasan demi menjelaskan kenyataan apa yang diperolehnya dimasa depan, yaitu dimana keberhasilan  erat hubungannya dengan prestasi belajar.
            Dari permasalahan di atas, maka perlu diadakan penelitian tentang “PENGARUH BIMBINGAN PRIBADI TERHADAP  KECERDASAN EMOSIONAL  SISWA DI SMP ISLAM ANNUR FATMAH BELIK TRAWAS  MOJOKERTO TAHUN PELAJARAN 2012-2013”.

B.       Identifikasi Masalah
       Identifikasi masalah perlu ditetapkan terlebih dahulu untuk mengetahui dan memperjelas kemugkinan permasalahan yang timbul dalam penelitian ini.
1.      Bimbingan Pribadi
Bimbingan pribadi bisa berarti sebagai usaha bantuan dari pembimbing kepada terbimbing agar dapat mencapai tujuan dan tugas perkembangan pribadi dalam mewujudkan pribadi yang mampu bersosialisasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan secara baik.
2.      Kecerdasan Emosional
Kecerdasan emosional merupakan motivasi diri sendiri agar bisa mengatur suasana hati dalam berfikir supaya tidak stres dan dapat mengatur kemampuan berfikir. Dalam hal ini kemampuan para peserta didik untuk mengenali perasaan diri antara peserta didik satu dengan yang lain, kemampuan peserta didik untuk memotivasi diri sendiri. Mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri, Mengenali emosi orang lain dan membina hubungan dengan peserta didik lain, peserta didik dengan guru dan dalam berhubungan dengan lingkungan masyarakat sekolah.

C.      Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang  masalah,  identifikasi  masalah dan pembatasan masalah tersebut di atas, maka peneliti memformulasikan beberapa permasalahan yaitu sebagai berikut:
1.      Bagaimana bimbingan pribadi di SMP Islam Annur Fatmah Belik Trawas Mojokerto Tahun Pelajaran 2012-2013?
2.      Seberapa tinggi kecerdasan emosional siswa di SMP Islam Annur Fatmah Belik Trawas Mojokerto Tahun Pelajaran 2012-2013?
3.      Apakah bimbingan pribadi berpengaruh terhadap kecerdasan emosional siswa di SMP Islam Annur Fatmah Belik Trawas Mojokerto Tahun Pelajaran 2012-2013?
4.      Seberapa besar pengaruh bimbingan pribadi terhadap kecerdasan emosional di  SMP Islam Annur Fatmah Belik Trawas Mojokerto Tahun Pelajaran 2012-2013?

D.      Tujuan Penelitian
1.      Untuk   mengetahui   bimbingan pribadi di SMP Islam Annur Fatmah Belik Trawas Mojokerto Tahun Pelajaran 2012-2013
2.      Untuk mengetahui  tingkat  kecerdasan emosional siswa di SMP Islam Annur Fatmah Belik Trawas Mojokerto Tahun Pelajaran 2012-2013
3.      Untuk mengetahui bimbingan pribadi berpengaruh terhadap kecerdasan emosional siswa di SMP Islam Annur Fatmah Belik Trawas Mojokerto Tahun Pelajaran 2012-2013
4.      Untuk   menganalisis tingkat pengaruh bimbingan pribadi terhadap kecerdasan emosional siswa di SMP Islam Annur Fatmah Belik Trawas Mojokerto Tahun Pelajaran 2012-2013

E.       Manfaat Penelitian
Adapun  nilai  guna  dan  manfaat  dari  hasil  penelitian  ini  adalah  sebagai berikut:


1.      Secara Teoritis
Bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, peneliti ini merupakan sumbangan untuk menambah kekayaan ilmu pengetahuan terutama yang berhubungan dengan pola asuh orang tua dan tingkat kemandirian siswa.
2.      Secara Praktis
a.      Bagi Siswa:
Siswa diharapkan dapat menegetahui informasi yang bermanfaat tentang arti pentingnya bimbingan pribadi terhadap kecerdasan emosional siswa.
b.      Bagi Para Guru BK/Konselor:
Dapat memperoleh pengetahuan bimbingan pribadi terhadap kecerdasan emosional siswa.
c.       Bagi Orang tua:
Memberikan pengertian serta merubah bimbingan pribadi terhadap kecerdasan emosional siswa.

F.       Asumsi
Yang dimaksud asumsi dalam penulisan ini adalah suatu anggapan dasar yang dipergunakan untuk melakukan suatu perbuatan . Dalam hal ini penulis berasumsi bahwa:
1.      Layanan Bimbingan Pribadi dapat membantu siswa dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi.
2.      Kecerdasan emosional siswa di SMP Islam Annur Fatmah berbeda-beda.
3.      Kecerdasan emosional dapat berkembang bila dilakukan layanan bimbingan pribadi secara sunguh-sungguh.

G.      Penegasan Judul
1.         Bimbingan Pribadi
Bimbingan pribadi bisa berarti sebagai usaha bantuan dari pembimbing kepada terbimbing agar dapat mencapai tujuan dan tugas perkembangan pribadi dalam mewujudkan pribadi yang mampu bersosialisasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan secara baik.
2.         Kecerdasan Emosional
Kecerdasan emosional merupakan motivasi diri sendiri agar bisa mengatur suasana hati dalam berfikir supaya tidak stres dan dapat mengatur kemampuan berfikir. Dalam hal ini kemampuan para peserta didik untuk mengenali perasaan diri antara peserta didik satu dengan yang lain, kemampuan peserta didik untuk memotivasi diri sendiri. Mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri, Mengenali emosi orang lain dan membina hubungan dengan peserta didik lain, peserta didik dengan guru dan dalam berhubungan dengan lingkungan masyarakat sekolah.



H.       Batasan Masalah

Demikian banyak masalah yang berhubungan dengan masalah pokok, maka perlu dibatasi agar tidak terlalu luas, penulis membatasi penelitian ini sebaga berikut:

1.     Penelitian dilaksanakan di SMP Islam Annur Fatmah Belik Trawas Mojokerto tahun pelajaran 2012-2013.

2.     Penelitian ini hanya berlaku di SMP Islam Annur Fatmah Belik Trawas Mojokerto tahun pelajaran 2012-2013.

3.     Waktu penelitian berlangsung selama 2 bulan mulai bulan November sampai bulan Desember.

4.     Bimbingan pribadi dalam penelitian ini mencangkup layanan orientasi,layanan informasi,layanan pembelajaran dan layanan penempatan pada siswa di SMP IslamAnnur Fatmah Belik Trawas Mojokerto Tahun pelajaran 2012-2013.

5.     Kecerdasan emosional dalam penelitian ini mempunyai indikasi kecerdasan emosional yaitu : mengenali emosi diri,mengelola emosi,memotivasi diri sendiri pada siswa di SMP Islam Annur Fatmah Belik Trawas Mojokerto Tahun pelajaran 2012-2013.

                 
I. Sistematika Penulisan
Dalam penelitian ini digunakan sistematika penulisan sebagai berikut :
BAB I          :    Pendahuluan yang terdiri atas Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, Batasan Masalah dan Sistematika Penulisan.
BAB II         :    Kajian Pustaka berisi tentang Pengertian bimbingan pribadi, Fungsi Bimbingan Pribadi, Macam-macam Bimbingan Pribadi, Teknik Bimbingan Pribadi ,Indikator Bimbingan Pribadi, Pengertian Kecerdasan Emosional, Indikasi Kecerdasan Emosional, Faktor yang mempengaruhi Kecerdasan Emosional, Kerangka Konsep,Hipotesis.
BAB III       :  Metode Penelitian, bab ini terdiri atas Tempat dan Waktu Penelitian, Rancangan Penelitian, Definisi Operasional, Populasi dan Sampel, Metode Pengumpulan Data, Uji Validitas dan Realibilitas, Teknik Analisis Data, Hipotesis.
BAB IV       :    PAPARAN HASIL PENELITIAN
Dalam bab ini diuraikan tentang Kondisi SMP Islam Annur Fatmah Belik Trawas, Uji Validitas dan Reliabilitas, Deskripsi Data, Pengujian Persyaratan Analisis Data
BAB V         :    PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
Dalam bab ini diuraikan tentang pembahasan hasil penelitian.
BAB VI       :    PENUTUP
Dalam bab ini diuraikan tentang kesimpulan, implikasi dan saran.