SKRIPSI TENTANG PENGARUH BIMBINGAN PRIBADI TERHADAP KECEMASAN MENGEMUKAKAN PENDAPAT



BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Masa remaja merupakan masa yang paling indah dan mengesankan dalam perkembangan manusia karena pada masa tersebut penuh dengan tantangan, gejolak, emosi, dan perubahan yang menyangkut perubahan jasmani, psikologi, dan social. Masa remaja juga merupakan masa yang penuh pergolakan psikis, emosi dan ketidakseimbangan. Pada masa ini seorang individu dihadapkan pada tugas-tugas perkembangan yang justru seringkali mengakibatkan mereka merasa tertekan dan mengalami krisis penyesuaian.
Pada masa ini banyak remaja yang mengalami gangguan yang bersifat psikis, psikologis serta emosional. Hal ini disebabkan belum stabilnya kemampuan diri individu pada usia remaja dalam menjalani kehidupan. Salah satu contoh gangguan yang sering dialami siswa adalah munculnya rasa cemas.
Kecemasan adalah suatu kejadian pada diri seseorang yang bisa menimbulkan detak jantung agak keras, nafas yang memburu, keluarnya keringat, perasaan tidak enak dilambung dan rasa kaku di dada. Rasa cemas yang dialami oleh remaja tersebut akan merupakan hal yang biasa, bagi orang yang mampu mengatasinya, kecemasan tersebut bukanlah suatu masalah yang besar namun sebaliknya bagi remaja yang tidak memiliki kemampuan tersebut ketika mengalami kecemasan dapat memunculkan dampak yang buruk bagi dirinya. Dampak tersebut dapat mencakup fisik maupun psikis, dari segi fisik akan berpengaruh pada kondisi kesehatan secara umum meliputi gangguan pada denyut jantung, peredaran darah, gangguan pernafasan, sistem daya tahan tubuh dari sistem metabolisme. Sedangkan dari segi psikis dapat memunculkan gejala-gejala tingkah laku seperti adanya kecenderungan menarik diri dari kehidupan sosial, berfantasi bersikap sembunyi-sembunyi atau tertutup, pesimis, merasa tidak bahagia merasa tidak dicintai, setres dan sulit berkonsentrasi.
Dalam lingkup pendidikan kecemasan sering dialami oleh siswa, terutama apabila berada dalam lingkungan-lingkungan sosial yang menuntutnya untuk mengaktualisasikan diri secara optimal. Lingkungan sosial tersebut antara lain sekolah atau kelas. Remaja ketika didalam kelas akan menghadapi problematika jika dia tidak dapat mengendalikan kecemasan yang sering dialami oleh siswa ketika didalam kelas yaitu pada saat mengemukakan pendapat.
Mengetahui bahwa kesan sulitnya mengemukakan pendapat merupakan hal yang sering ditakuti oleh para siswa maka para siswa lebih memilih diam ketika ada sesi pertanyaan dan tidak pernah mengemukakan idenya. Bahkan tidak jarang ada siswa yang membolos atau pura-pura sakit dan meninggalkan kelas pada saat pelajaran. Sebenarnya mereka mampu dan paham tetapi rasa cemas telah menghambat kemampuan dan pemahaman mereka. Sehingga bisa mempengaruhi prestasi belajar dan semangat untuk belajar.
Fenomena kecemasan serupa yang dialami siswa juga ditemukan pada kegiatan PPL di SMKN 1 Pungging pada tahun 2011 khususnya di kelas X. Penyebaran angket yang dilakukan pada subjek satu kelas  tersebut menghasilkan pernyataan bahwa beberapa siswa pada kelas X di sekolah itu sering merasa cemas ketika diminta untuk mengemukakan pendapat oleh gurunya. Kecemasan tersebut dikarenakan ketidakmampuan mereka menanamkan kepercayaan diri terhadap kemampuan mereka yang sebenarnya.
Beberapa fakta tersebut dapat menjadi dasar bahwa fenomena seperti ini tentunya menjadi permasalahan tersendiri bagi keberhasilan pelaksanaan pengajaran di kelas. Seorang siswa yang mengalami kecemasan saat mengemukakan pendapatdimungkinkan dapat menghambat kinerjanya di kelas tersebut.
Berdasarkan wawancara bahwa hampir 40% siswa kelas X di SMKN 1 Pungging mengalami kecemasan mengemukakan pendapat terutama saat pelajaran Bimbingan Konseling. Banyak siswa yang tidak masuk kelas pada waktu pelajaran Bimbingan Konseling padahal pada pelajaran sebelumnya siswa hadir. Setelah mendapat informasi, peneliti menemukan beberapa fenomena yang ditemui di SMKN 1 Pungging khususnya di kelas X pada saat pelajaran Bimbingan Konseling yaitu siswa banyak yang diam dan ketika ada pertanyaan tidak ada yang mau mengemukakan idenya, ada juga siswa yang keluar kelas tidak mengikuti pelajaran. Informasi tersebut diperkuat oleh Guru BK pada saat wawancara menyatakan bahwa banyak siswa yang mengalami kecemasan mengemukakan pendapat. Ada beberapa siswa di kelas X  di SMKN 1 Pungging yang di temui di lapangan pada saat observasi dan wawancara mengalami kecemasan mengemukakan pendapatnya, mereka merasa cemas seperti detak jantungnya berdetak kencang, berkeringat dingin, gemetar dan sebagainya, serta ada siswa yang minder, rendah diri, merasa tidak bisa mengemukakan pendapatnya.
Respon terhadap fakta-fakta tersebut, perlu kiranya diadakan upaya untuk membantu menangani permasalahan kecemasan mengemukakan pendapat dengan harapan kecemasan itu bisa diatasi. Kecemasan tersebut dapat diatasi secara langsung dengan belajar atau membiasakan diri sering mengemukakan pendapat. Kecemasan mengemukakan pendapat seringkali diiringi dengan gangguan yang berasal dari diri sendiri yaitu merasa diri lebih rendah, menganggap diri sendiri tidak menarik seperti orang lain dan tidak percaya dengan kemempuan yang dimiliki.
Berdasarkan penjelasan diatas, salah satu bantuan yang dapat diberikan kepada siswa yaitu dengan memanfaatkan layanan bimbingan dan konseling. Dalam layanan bimbingan dan konseling terdapat salah satu layanan yaitu bimbingan pribadi. Kelebihan bimbingan pribadi adalah dapat menghemat waktu, biaya, dan tenaga konselor dalam membantu dan mengatasi permasalahan-permasalahan siswa yang banyak timbul di kehidupannya. Tujuan bimbingan pribadi adalah sebagai suatu pemahaman diri untuk mengembangkan penerimaan diri atau perasaan pribadi yang berharga sehingga bisa menumbuhkan kepercayaan diri.
Bimbingan pribadi dalam pelaksanaannya menggunakan berbagai teknik intervensi dengan tujuan untuk mendapatkan kesepakatan antara konselor dengan siswa dalam rangka perubahan prilaku. Bimbingan kelompok juga dapat membatu menangani gangguan psikologis atau perilaku, berupa perilaku tidak adaptif yang di pengaruhi oleh kognisi individu sendiri, seperti kecemasan.
Berdasarkan pendapat diatas, kecemasan mengemukakan pendapat adalah suatu perilaku tidak adaptif yang diakibatkan oleh pikiram-pikiran (kognisi) siswa tidak realistis, dimana hal tersebut menyebabkan potensi yang dimiliki terhambat. Melalui teknik bimbingan pribadi ini perilaku siswa yang tidak adaptif akan diubah menjadi realistis.
Berdasarkan fakta dan pendapat yang telah diuraikan, maka dapat dikatakan bahwa bimbingan pribadi berpengaruh terhadap permasalahan kecemasan mengemukakan pendapat. Sehingga timbul keinginan penulis untuk mengajukan skripsi dengan  judul ”PENGARUH BIMBINGAN PRIBADI TERHADAP  KECEMASAN MENGEMUKAKAN PENDAPAT  SISWA KELAS KELAS X DI SMK NEGERI 1 PUNGGING MOJOKERTO TAHUN 2012-2013”.






B.  Identifikasi Masalah
 Identifikasi masalah perlu ditetapkan terlebih dahulu untuk mengetahui dan memperjelas kemugkinan permasalahan yang timbul  dalam penelitian ini. Berdasarkan latar belakang yang diuraikan sebelumnya, maka dapat didefinisikian berbagai permasalahan yang berkaitan dengan penelitian ini, yaitu:
1.             Bimbingan Pribadi adalah suatu layanan yang diberikan kepada peserta didik dalam membantu memahami dirinya, mengembangkan potensi yang di miliki, dan membantu menghadapi kesulitan atau masalah, khususnya masalah pribadi. Tujuan layanan bimbingan pribadi ini adalah peserta didik mampu memahami dirinya sendiri, mampu mngembangkan potensi yang dimiliki, dan mampu menyelesaikan kesulitan dan masalah-masalah pribadinya.
2.             Kecemasan mengemukakan pendapat adalah suatu keadaan psikologis dimana individu terus menerus dalam keadaan khawatir yang kurang jelas dan menyakitkan ketika mengemukakan pendapat yang ditandai dengan perasaan gelisah untuk menyatakan ide, gemetar ketika mengemukakan ide, gugup dalam mengemukakan ide serta kelihatan tegangsaat mengemukakan pendapat.




C.  Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut :
1.        Bagaimana pelaksanaan bimbingan pribadi pada siswa kelas X di SMK Negeri 1 Pungging Mojokerto tahun pelajaran 2012-2013?
2.        Bagaimana tingkat kecemasan mengemukakan pendapat pada siswa kelas X di SMKN 1 Pungging Mojokerto tahun pelajaran 2012-2013?
3.        Adakah pengaruh bimbingan peribadi terhadap kecemasan mengemukakan pendapat pada siswa kelas X di SMK Negeri 1 Pungging Mojokerto tahun pelajaran 2012-2013?
4.        Seberapa besar pengaruh bimbingan pribadi terhadap kecemasan mengemukakan pendapat pada siswa kelas X di SMK Negeri 1 Pungging tahun pelajaran 2012-2013?

D.  Tujuan Penelitian
Berkaitan dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian dapat di jelaskan sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui pelaksanaan binbingan pribadi pada siswa kelas X SMK Negeri 1 Pungging Mojokerto tahun pelajaran 2012-2013.
2.      Untuk mengetahui tingkat kecemasan mengemukakan pendapat pada siswa kelas X di SMKN 1 Pungging Mojokerto tahun pelajaran 2012-2013.
3.      Untuk mengetahui pengaruh bimbingan pribadi terhadap kecemasan dalam mengemukakan pendapat siswa kelas X di SMKN 1 Pungging Mojokerto tahun pelajaran 2012-2013.
4.      Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh bimbingan pribadi terhadap kecemasan mengemukakan pendapat pada siswa kelas X di SMK Negeri 1 Pungging Mojokerto tahun pelajaran 2012-2013.

E.       Manfaat Penelitian
1.    Secara  Teoritis
Bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, peneliti ini merupakan sumbangan untuk menambah kekayaan ilmu pengetahuan terutama yang berhubungan dengan bimbingan pribadi dan kecemasan dalam mengemukakan pendapat siswa.
2.  Manfaat Praktis
a.  Bagi peserta didik
Dengan mengikuti kegiatan bimbingan pribadi siswa akan terdorong untuk mengurangi kecemasan mengemukakan pendapat, terbuka, dan percaya diri.



b.  Bagi guru pembimbing
Sebagai acuan dalam memberikan layanan bimbingan pribadi dan sebagai acuan untuk mengurangi kecemasan siswa dalam mengemukakan pendapat.

F.       Asumsi Penelitian
Yang dimaksud asumsi dalam penulisan ini adalah suatu anggapan dasar yang dipergunakan untuk melakukan suatu perbuatan . Dalam hal ini penulis berasumsi bahwa:
1.      Layanan Bimbingan Pribadi dapat membantu siswa dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi.
2.      Kecemasan dalam mengemukakan pendapat  siswa di SMK Negeri 1 Pungging Mojokerto berbeda-beda.
3.      Kecemasan mengemukakan pendapat dapat berkurang bila dilakukan layanan bimbingan pribadi secara sunguh-sungguh.

G.    Penegasan judul
1.      Bimbingan Pribadi
Bimbingan Pribadi adalah suatu layanan yang diberikan kepada peserta didik dalam membantu memahami dirinya, mengembangkan potensi yang di miliki, dan membantu menghadapi kesulitan atau masalah, khususnya masalah pribadi. Tujuan layanan bimbingan pribadi   ini adalah peserta didik mampu memahami dirinya sendiri, mampu mngembangkan potensi yang dimiliki, dan mampu menyelesaikan kesulitan dan masalah-masalah pribadinya
2.      Kecemasan Mengemukakan pendapat
Kecemasan mengemukakan pendapat adalah suatu keadaan psikologis dimana individu terus menerus dalam keadaan khawatir yang kurang jelas dan menyakitkan ketika mengemukakan pendapat yang ditandai dengan perasaan gelisah untuk menyatakan ide, gemetar ketika mengemukakan ide, gugup dalam mengemukakan ide serta kelihatan tegangsaat mengemukakan pendapat.
                       
H.    Batasan Masalah
Penelitian ini memiliki ruang lingkup yang luas, akan tetapi karena keterbatasan yang dimiliki penulis, permasalahan yang ingin dikajikan dibatasi sebagai berikut:
1.    Obyek Penelitian
a.        Layanan bimbingan pribadi adalah suatu layanan yang diberikan kepada peserta didik dalam membantu memahami dirinya, mengembangkan potensi yang di miliki, dan membantu menghadapi kesulitan atau masalah, khususnya masalah pribadi. Tujuan layanan bimbingan pribadi ini adalah peserta didik mampu memahami dirinya sendiri, mampu mngembangkan potensi yang dimiliki, dan mampu menyelesaikan kesulitan dan masalah-masalah pribadinya.
b.      Kecemasan mengemukakan pendapat adalah suatu keadaan psikologis dimana individu terus menerus dalam keadaan khawatir yang kurang jelas dan menyakitkan ketika mengemukakan pendapat yang ditandai dengan perasaan gelisah untuk menyatakan ide, gemetar ketika mengemukakan ide, gugup dalam mengemukakan ide serta kelihatan tegangsaat mengemukakan pendapat.
2.    Subyek dari penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X SMK Negeri 1 Pungging Mojokerto tahun pelajaran 2012-2013
3.      Tempat penelitian ini hanya di SMK Negeri 1 Pungging Mojokerto tahun pelajaran 2012-2013.
4.    Waktu penelitian ini hanya selama bulan Oktober 2012 sampai Januari tahun 2013.

I.       Sistematika Pembahasan
 Untuk lebih memudahkan dalam pembahasannya, maka penulisan laporan penelitian ini, penulis membaginya ke dalam beberapa bab:
BAB I      PENDAHULUAN
Dalam bab ini diuraikan tentang latar belakang masalah, identifikasi masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, penegasan judul, asumsi penelitian, batasan masalah dan sistematika pembahasan.

BAB II     KAJIAN PUSTAKA
Dalam bab ini akan diuraikan dan mengupas secara teoriti tentang bimbingan pribadi yang meliputi pengertian bimbingan pribadi, karakteristik bimbinan pribadi, tujuan bimbingan pribadi, jenis-jenis layanan bimbingan pribadi, tahap-tahap bimbingan pribadi, indikator bimbingan pribadi, pengertian kecemasan, macam-macam kecemasan, tanda-tanda kecemasan, penyebab kecemasan, faktor-faktor kecemasan, pengertian mengemukakan pendapat, proses pembentukan pendapat, macam-macam pendapat, pengaruh bimbingan pribadi terhadap kecemasan mengemukakan pendapat, kerangka berpikir, dan hipotesis penelitian.
BAB III   METODE PENELITIAN
Dalam bab ini diuraikan tentang tempat dan waktu penelitian, rancangan penelitian, definisi operasional variabel, populasi dan sampel, metode pengumpulan data, uji validitas dan reliabilitas, teknik analisis data serta hipotesis statistik.
BAB IV   PAPARAN HASIL PENELITIAN
Bab ini menerangkan tentang kondisi SMK Negeri I Pungging, uji validitas dan reabilitas, deskripsi data, pengujian persyaratan analisis data, pengujian hipotesis.


BAB V     PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
Dalam bab ini terdapat bahasan diantaranya menerangkan bimbingan pribadi, kecemasan mengemukakan pendapat, pengaruh bimbingan pribadi terhadap kecemasan mengemukakan pendapat, besarnya pengaruh bimbingan pribadi pemilihan sekolah.
BAB VI   PENUTUP
                 Bab ini menerangkan kesimpulan, implikasi, saran.