SKRIPSI TENTANG PENGARUH BIMBINGAN PRIBADI TERHADAP PEMAHAMAN DIRI SISWA


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pendidikan adalah proses dalam rangka mempengaruhi peserta didik  agar menyesuaikan diri sebaik mungkin terhadap lingkungannya dan dengan demikian akan menimbulkan perubahan dalam dirinya yang memungkinkannya untuk berfungsi secara hakekat dalam kehidupan masyarakat ini. Agar sasaran dari perubahan itu dapat tercapai sebaik yang diinginkan. pada dasarnya pertumbuhan dan perkembangan peserta didik tergantung pada dua unsur yang saling mempengaruhi, yakni bakat yang telah dimiliki oleh peserta didik sejak lahir akan tumbuh dan berkembang berkat pengaruh lingkungan, dan sebaliknya lingkungan akan lebih bermakna apabila terarah pada bakat yang telah ada, kendatipun tidak dapat ditolak tentang adanya kemungkinan dimana pertumbuhan dan perkembangan itu semata-mata hanya disebabkan oleh faktor-faktor  apa saja atau oleh lingkungan apa saja.
Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan formal secara sistematis telah merencanakan bermacam lingkungan, yakni lingkungan pendidikan yang menyediakan bermacam kesempatan bagi peserta didik untuk melakukan berbagai kegiatan belajar sehingga para peserta didik memperoleh pengalaman pendidikan. Lembaga pendidikan di Indonesia ini terdiri dari tingkat SD (Sekolah Dasar), SMP (Sekolah Menengah Pertama), SMA (Sekolah Menengah Atas), dan PTN (Perguruan Tinggi Negeri).
Bagi siswa SMP masih memerlukan suatu bimbingan untuk membantu mencari jati diri mereka agar tidak salah dalam bertindak. Bimbingan merupakan bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau kelompok dalam menghindari dan menyeleseikan masalah di dalam kehidupannya agar tercapai kesejahteraan. Bimbingan merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh oleh tenaga ahli khusus yang membantu mengarahkan mereka dengan segala keunikan dan karakteristik dalam memecahkan masalahnya. Tugas ini menjadi kewajiban seorang konselor di sekolah untuk membantu siswa memecahkan masalah-masalah untuk pemahaman diri peserta didik.
Konselor yang di maksud diatas adalah pelaksana bimbingan di sekolah atau lebih tepatnya adalah guru Bimbingan dan Konseling. Konselor sepenuhnya menjalankan tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh dalam kegiatan bimbingan dan konseling terhadap sejumlah peserta didik.
Namun, dalam lingkungan keluarga konselor utama adalah orang tua peserta didik. Keluarga sebagai kelompok masyarakat terkecil terbentuk oleh ikatan dua orang dewasa yang berlainan jenis kelamin, wanita dan pria serta anak-anak yang mereka lahirkan. Dalam kelompok ini, arus kehidupan dipengaruhi pola didik orang tua. Alam mempercayakan pertumbuhan serta perkembangan anak pada mereka. Fungsi keluarga yang utama ialah mendidik anak-anaknya.
Orang tua merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak-anak mereka, karena dari merekalah anak mula-mula menerima pendidikan. Dengan demikian bentuk pertama dari pendidikan terdapat dalam kehidupan keluarga. Orang tua dikatakan pendidik pertama karena dari merekalah anak mendapatkan pendidikan untuk pertama kalinya dan dikatakan pendidik utama karena pendidikan dari orang tua menjadi dasar bagi perkembangan dan kehidupan anak dikemudian hari.
Orang tua sebagai konselor dalam keluarga merupakan pekerjaan utama dalam mengarahkan anak untuk memahami dirinya sendiri. Konselor di sekolah bertugas membantu orang tua dalam membimbing peserta didiknya. Sikap dan kedewasaan merupakan sesuatu yang dipelajari dan bisa pula menentukan bagaimana individu beraksi terhadap situasi serta menentukan apa yang dicari dalam kehidupan.
Perubahan zaman akan membawa perubahan dalam hal-hal yang dibutuhkan dan diinginkan oleh orang-orang pada saat tertentu, juga akan terjadi perubahan dalam tingkah laku mereka terhadap berbagai objek. Ini menunjukkan bahwa usaha pemahaman diri diperlukan untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan seseorang.
Bertolak dari penilaian diatas maka penulis meneliti skripsi ini dengan judul PENGARUH BIMBINGAN PRIBADI TERHADAP PEMAHAMAN DIRI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 TRAWAS MOJOKERTO TAHUN PELAJARAN 2012/2013.



B.     Identifikasi Masalah
1.      Bimbingan Pribadi
Bimbingan pribadi merupakan suatu bimbingan yang diberikan oleh seseorang kepada individu dalam membantu menghadapi dan memecahkan masalah-masalah pribadi, sosial, konflik dan pergaulan-pergaulan. Indikator bimbingan pribadi meliputi:
a.       Penyesuaian diri dan pengembangan kegiatan yang kreatif
b.      Pemahaman diri
c.       Mengendalikan diri dan pengambilan keputusan
d.      Cara berinteraksi yang baik dan pengarahan diri
e.       Kemampuan perencanaan masa depan

2.      Pemahaman Diri
Suatu gambaran tentang bagaiman seseorang melihat, menilai, menyikapi diri dan idealismenya. Indikator pemahaman diri meliputi:
1.         Meyakini betul-betul nilai-nilai dan prinsip-psinsip tertentu serta mempertahankannya.
2.         Bertindak berdasarkan penilaian yang baik tanpa merasa bersalah.
3.         Menghabiskan waktu yang tidak perlu
4.         Keyakinan pada kemampuan untuk mengatasi persoalan
5.         Merasa sama dengan orang lain
6.         Penerimaan diri sebagai orang yang penting
7.         Bersifat rendah hati
8.         Menolak orang lain untuk mendominasi
9.         Pengakuan diri kepada orang lain
10.     Kemampuan menikmati dirinya secara utuh

C.    Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan dalam penelitian ini sebagai berikut:
1.      Bagaimana bimbingan pribadi siswa  kelas VIII di SMP Negeri 1 Trawas Mojokerto Tahun Pelajaran 2012/2013?
2.      Bagaimana pemahaman diri siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Trawas Mojokerto Tahun Pelajaran 2012/2013?
3.      Apakah bimbingan pribadi berpengaruh terhadap pemahaman diri siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Trawas Mojokerto Tahun Pelajaran 2012/2013?
4.      Seberapa besar pengaruh bimbingan pribadi terhadap pemahaman disri siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Trawas Mojokerto Tahun Pelajaran 2012/2013?

D.    Tujuan Penelitian
Dari rumusan masalah diatas, maka yang menjadi tujuan objek penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui bimbingan pribadi siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Trawas Mojokerto Tahun Pelajaran 2012/2013.
2.      Untuk mengetahui pemahaman diri siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Trawas Mojokerto Tahun Pelajaran 2012/2013.
3.      Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh bimbingan pribadi terhadap pemahaman diri siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Trawas Mojokerto Tahun Pelajaran 2013/2013.
4.      Untuk mengetahui besarnya pengaruh bimbingan pribadi terhadap pemahaman diri siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Trawas Mojokerto Tahun Pelajaran 2012/2013.

E.     Manfaat Penelitian
Dalam meneliti Pengaruh Bimbingan Pribadi Terhadap Pemahaman Diri Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Trawas Tahun Pelajaran 2012/2013 ini  perlu dikemukakan kegunaan penelitian. Sehingga penelitian ini memang penting dan bermanfaat untuk diteliti, adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah :
1.      Manfaat Secara Teoritis
Menambah referensi di bidang bimbingan dan konseling mengenai bimbingan pribadi terhadap pemahaman diri siswa.
2.      Manfaat Secara Praktis
a.       Bagi peserta didik
Dapat memahami diri sendiri agar menjadi lebih baik setelah mengikuti bimbingan dan konseling.

b.      Bagi sekolah
Sebagai masukan pemberian informasi dalam melakukan bimbingan dan pembinaan layanan kepada siswa yang dilakukan oleh guru, khususnya guru bimbingan konseling serta menambah model-model pemberian layanan.
c.       Bagi Orang Tua
Dapat menambah pengalaman dan ketrampilan cara meningkatkan pemahaman diri siswa melalui bimbingan pribadi.

F.     Definisi Istilah
Untuk menghindari adanya kekeliruan dan kesalahan dalam memahami istilah-istilah yang terdapat dalam judul skripsi ini, maka perlu adanya pembatasan pengertian sebagai berikut:
1.      Bimbingan Pribadi
bimbingan pribadi adalah seperangkat usaha bantuan kepada peserta didik agar dapat menghadapi sendiri masalah-masalah pribadi yang dialaminya serta berupaya sendiri dalam memecahkan masalah yang dialami (Abu Ahmadi, 2004).
2.      Pemahaman Diri
Pemahaman diri ialah evaluasi sesorang terhadap dirinya sendiri, menilai sebagai hasil interaksi sosial baik secara positif maupun negative (Bimo Walgito, 2005:212).
G.    Asumsi Penelitian
Asumsi merupakan pendapat (pandangan) yang diajukan oleh peneliti yang kebenarannya masih perlu diuji bila mungkin dan dipandang perlu. Asumsi yang diajukan pada dasarnya dijadikan syarat dan sekaligus dasar dalam menetapkan kerangka berfikir pada langkah selanjutnya. Penelitian ini dilakukan dengan berpegang pada asumsi-asumsi sebagai berikut :
1.      Bimbingan pribadi bisa dilaksanakan terhadap siswa dengan kemampuan yang berbeda-beda.
2.      Pemahaman diri antara siswa yang satu berbeda dengan siswa lainnya.
3.      Proses pemahaman siswa dapat diarahkan oleh guru dalam hal ini menajadi konselor.
4.      Siswa dapat menjawab angket yang diberikan meskipun jawabannya berbeda.

H.    Batasan Masalah
Untuk lebih memperjelas dan memperarah yang tepat dalam pembatasan masalah ini, penulis memberikan batasan pada siswa tentang kepribadian guru sebagai berikut :
1.      Bimbingan Pribadi merupakan suatu bimbingan yang diberikan oleh seseorang kepada individu dalam membantu menghadapi dan memecahkan masalah-masalah pribadi, sosial, konflik dan pergaulan-pergaulan. Indikator bimbingan pribadi antara lain, penyesuaian diri dan pengembangan kegiatan yang kreatif, pemahaman diri, mengendalikan diri dan pengambilan keputusan, cara berinteraksi yang baik dan pengarahan diri, kemampuan perencanaan masa depan.
2.      Pemahaman Diri Suatu gambaran tentang bagaiman seseorang melihat, menilai, menyikapi diri dan idealismenya. Indikator pemahaman diri antara lain, meyakini betul-betul nilai-nilai dan prinsip-psinsip tertentu serta mempertahankannya, bertindak berdasarkan penilaian yang baik tanpa merasa bersalah, menghabiskan waktu yang tidak perlu, keyakinan pada kemampuan untuk mengatasi persoalan, merasa sama dengan orang lain, penerimaan diri sebagai orang yang penting, bersifat rendah hati, menolak orang lain untuk mendominasi, pengakuan diri kepada orang lain, emampuan menikmati dirinya secara utuh.
3.      Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Trawas Mojokerto yakni siswa kelas VIII Tahun Pelajaran 2012/2013.
4.      Penelitian ini terbatas pada waktu 1 bulan, yaitu mulai bulan Oktober 2012 sampai bulan November 2012.

I.       Sistematika Pembahasan
Sistematika penulisan dalam proposal skripsi ini dapat disajikan sebagai berikut:
Bab I     :      Pendahuluan, yang membahas tentang Latar Belakang, Identifikasi Penelitian, Rumusan  Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, Definisi Istilah, asumsi Penelitian, Batasan Masalah serta Sistematika Pembahasan.
Bab II    :      Kajian Pustaka, yang membahas tentang Bimbingan Pribadi, Pemahaman Diri, Pengaruh Bimbingan Pribadi Terhadap Pemahaman Diri Siswa, Kerangka Konsep, serta Hipotesis.
Bab III  :      Metode Penelitian, yang membahas tentang Tempat dan Waktu Penelitian, Rancangan Penelitian, Populasi dan Sampel Penelitian, Identifikasi Variabel, Definisi Operasional Variabel, Teknik Pengumpulan Data, Uji Validitas dan Realibilitas Instrumen Penelitian, serta Teknik Analisis Data.
Bab IV  :      Paparan Hasil Penelitian, membahas tentang Kondisi SMPN I Trawas, Keadaan Guru dan Siswa, serta Keadaan Sarana dan Prasarana.
Bab V    :      Pembahasan Hasil Penelitian, membahas tentang Deskripsi Data, Data Tentang Pengaruh Bimbingan Pribadi Terhadap Pemahaman Diri Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Trawas, serta Pembahasan Hasil Penelitian.
Bab VI  :      Penutup, membahas tentang Kesimpulan serta Saran.