SKRIPSI TENTANG PENGARUH BIMBINGAN KARIR TERHADAP BAKAT DAN KREATIVITAS SISWA SMP


BAB I
PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang Masalah
Bakat merupakan potensi yang dimiliki oleh manusia sejak lahir (bawaan), dan bakat merupakan sesuatu yang perlu dikembangkan atau dilatih untuk mencapai kecakapan, pengetahuan, dan keterampilan khusus. Di usia anak dan remaja minat dan bakat sangat penting, masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak ke masa dewasa. Pada periode ini anak akan mencapai kematangan fisik dan diharapkan pula disertai dengan kematangan emosi dan sosialnya. Peranan orang tua sangat penting dalam mendukung dan menentukan jalan hidup anak, maka orang tua mestinya bisa menjadi tempat curhat dan konsultasi yang nyaman bagi anak. Menentukan pilihan jalan hidup bagi anak tidak semudah yang dibayangkan, karena harus ada komunikasi yang baik untuk menentukan keduanya, orang tua tidak boleh memaksa kehendak pada anak. Anak yang berbakat mempunyai kebutuhan dan masalah khusus. Jika mendapatkan pembinaan yang tepat maka mereka secara utuh dan optimal, mereka dapat memberikan sumbangan yang luar biasa kepada masyarakat.
Setiap orang mempunyai bakat tertentu, pada sebagian orang bakat tersebut ada kalanya tampak jelas, sementara pada sebagian yang lain kadang kala masih terpendam. Panggilan bakat terpendam itu bisa dimulai dari pemilihan jenis mainan untuk anak, hal pertama yang harus diketahui yaitu “beriman” adalah aktivitas yang sangat penting untuk anak dan merupakan salah satu cara efektif untuk menstimulasi perkembangan tubuh dan otak anak.
Kreativitas begitu bermakna dalam hidup, oleh sebab itu kreativitas merupakan manivestasi dari individu yang berfungsi sepenuhnya. Kreativitas juga sebagai kemampuan untuk melihat berbagai penyelesaian terhadap suatu masalah, bersibuk diri secara kreatif tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan tetapi kepuasan terhadap individu, kreativitas memungkinkan manusia untuk meningkatkan hidupnya. Pada teori psikoanalisis, pribadi yang kreatif dipandang sebagai seseorang yang pernah mempunyai pengalaman yang traumatis, yang dihadapi memungkinkan gagasan yang disadari dan yang tidak disadari bercampur menjadi pemecahan inovatif dan trauma. Pribadi yang kreatif lebih terorganisasi dalam tindakan, serta produk orisinal mereka telah dipikirkan dengan matang lebih dahulu dengan pertimbangan masalah yang timbul dan implikasinya.
Masalah yang dihadapi oleh para pencari kerja pada umumnya adalah ketidaksesuaian antara kualifikasi kompetensi antara tenaga kerja dengan persyaratan kerja (jabatan), yang disebabkan antara lain karena pencari kerja yang memasuki dunia kerja belum memiliki informasi tentang dunia kerja maupun informasi pemasaran kerja yang memadai ada kesenjangan. Selain itu pencari kerja juga tidak mendapatkan pembekalan untuk memahami kondisi potensi dirinya baik kemampuan, minat, bakat dan kepribadiannya sehingga mereka kurang dapat mengarahkan dan mengembangkan potensi yang dimiliki untuk dapat mengisi kesempatan kerja sesuai dengan pekerjaan atau jabatan yang diminatinya.
Materi bimbingan karir disekolah diharapkan dapat membantu mengarahkan siswa untuk menentukan pendidikan lanjutan dan karirnya, oleh karena itu perlu diadakan semacam intervensi untuk mereka melalui keterpaduan program.
Karir dipandang oleh masyarakat awam sebagai sebuah istilah yang eksklusif dan menjadi wacana dikalangan terbatas saja, misalnya bagi orang yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi, pejabat publik atau orang yang memegang jabatan struktural, bahkan menyempit dikalangan orang-orang yang sukses di sektor bisnis, pemerintah dan birokrasi karir. Reduksi esensi karir lainnya adalah pandangan bahwa karir identik dengan kenaikan pangkat atau golongan secara reguler dan puncak karir terjadi ketika seseorang memegang jabatan struktural. Super (Suryana dan Suryadi, 2009: 169) menyebutkan bahwa karir lebih bersifat “person oriented”.
Murray (dalam Suryana dan Suryadi, 2009: 171) menyebutkan bahwa karir dapat dikatakan sebagai suatu rentangan aktivitas pekerjaan yang saling berhubungan, dalam hal ini seseorang memajukan kehidupannya dengan melibatkan berbagai perilaku, kemampuan, sikap, kebutuhan, aspirasi, dan cita-cita sebagai satu rentang hidupnya sendiri (the span of one’s life). Definisi ini memandang karir sebagai rentangan aktivitas pekerjaan yang diakibatkan oleh adanya kekuatan inner person pada diri manusia. Perilaku yang tampak karena adanya kekuatan motivatif, kemampuan, sikap, kebutuhan, aspirasi, dan cita-cita sebagai modal dasar bagi karir individu. Healy (dalam Suryana dan Suryadi, 2009: 171) menyebutkan itu sebagai “kekuatan karir (power of career)”.
Sukses karir dapat pula dicapai melalui pendidikan, hobby, profesi, sosial-pribadi, dan religi. Sebagaimana telah diungkapkan oleh Tohari (dalam Suryana dan Suryadi, 2009: 171) bahwa karir mencakup seluruh aspek kehidupan individu yaitu meliputi : 1) peran hidup (life-roles), seperti sebagai pekerja, anggota keluarga dan warga masyarakat, 2) lingkungan kehidupan (life-settings), seperti dalam keluarga, lembaga-lembaga masyarakat, sekolah atau dalam pekerjaan, 3) peristiwa kehidupan (life-event), seperti dalam memasuki pekerjaan, perkawinan, pindah tugas, kehilangan pekerjaan atau mengundurkan diri dari suatu pekerjaan.
Berdasarkan berbagai pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa karir merupakan perwujudan diri yang bermakna melalui serangkaian aktivitas dan mencakup seluruh aspek kehidupan yang terwujud karena adanya kekuatan inner person. Perwujudan diri akan bermakna manakala ada keputusan atau kebahagiaan diri dan lingkungan.
Sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Herr and Cramer (dalam Suryana dan Suryadi, 2009: 171) bahwa konsep layanan bimbingan karir sulit dipisahkan dari konsep vocational guidance yang berubah menjadi career guidance seperti yang dikemukakan oleh National Vocational Guidance Association (NVGA) pada tahun 1973, yang diartikan sebagai proses membantu dalam memilih pekerjaan, mempersiapkan, memasuki dan memperoleh kemajuan di dalamnya.
Conny Semiawan (dalam Suryana dan Suryadi, 2009: 172), memberikan definisi bimbingan karir lebih luas, yaitu sebagai berikut:
Bimbingan karir adalah sebagai sarana pemenuhan kebutuhan perkembangan individu yang harus dilihat sebagai bagian integral dari program pendidikan yang diintegrasikan dalam setiap pengalaman belajar bidang studi, bimbingan karir terkait dengan perkembangan kemampuan kognitif dan afektif, maupun keterampilan seseorang dalam mewujudkan konsep diri yang positif, memahami proses pengambilan keputusan maupun perolehan pengetahuan dan keterampilan yang akan membantu dirinya memasuki kehidupan, tata hidup dari kejadian dalam kehidupan yang terus menerus berubah tidak semata-mata terbatas pada bimbingan jabatan atau bimbingan tugas.

Bimbingan karir juga suatu upaya bantuan terhadap peserta didik agar dapat mengenal dan memahami dirinya, mengenal dunia kerjanya, mengembangkan masa depan sesuai dengan bentuk kehidupan yang diharapkannya, mampu menentukan dan mengambil keputusan secara tepat dan bertanggungjawab.
Diharapkan bimbingan karir dijadikan upaya untuk membantu siswa agar dapat memahami diri, dan menilai dirinya sendiri, terutama berkaitan dengan potensi yang ada dalam dirinya, seperti: a) kemampuan minat,
b) bakat, c) sikap dan cita-citanya,  d) menyadari dan memahami nilai-nilai yang ada dalam dirinya dan yang ada dalam masyarakat,  e) mengetahui berbagai jenis pekerjaan yang berhubungan dengan potensi yang ada dalam dirinya, f) mengetahui jenis-jenis pendidikan dan latihan yang diperlukan bagi suatu bidang tertentu,        g) menemukan hambatan-hambatan yang mungkin timbul yang disebabkan oleh dirinya sendiri dan faktor dari lingkungan, h) para siswa dapat merencanakan masa depannya, serta menemukan karir dan kehidupannya yang serasi atau sesuai.
Dari hasil wawancara dengan Ibu Sriatun (Guru BK), dapat didiskripsikan bahwa kaitannya pengembangan bakat dan kreatifitas dalam diri siswa, pelaksanaan bimbingan karir pada siswa dilaksanakan tidak hanya memberikan wawasan tetapi lebih diarahkan kepada aspek praktis, semisal siswa diberi tugas kesempatan yang sama untuk mengembangkan dirinya dalam pencapaian karirnya secara tepat, serta membantunya dalam mengembangkan pemahaman yang cukup memadai terhadap diri sendiri dan kaitannya dengan perkembangan sosial pribadi dan perencanaan pendidikan karir.
Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti mencoba melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Bimbingan Karir Terhadap Bakat Dan Kreatifitas Siswa SMP”.

B.       Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:
1.    Apakah bimbingan karir berjalan dengan baik di kalangan siswa SMP?
2.    Adakah pengaruh bimbingan karir terhadap bakat dan kreativitas siswa di SMP?
3.    Seberapa besar pengaruh bimbingan karir terhadap bakat dan kreativitas siswa di SMP?
C.       Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi beberapa manfaat sebagai berikut :
1.    Manfaat Teoritis
Untuk memberikan sumbangan yang positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya berkaitan dengan pengembangan bimbingan karir, dan wujud dari sumbangan tersebut yaitu ditemukannya hasil-hasil penelitian baru tentang bimbingan karir dalam kaitannya dengan upaya pengembangan bakat dan kreativitas siswa.
2.    Manfaat praktis
Mengingat tujuan penelitian sebagaimana telah penulis paparkan di atas, maka hasil penelitian ini diharapkan memberikan manfaat kepada pihak-pihak yang kompeten terutama:
a.    Bagi siswa
Sarana untuk mendapatkan layanan bimbingan dan konseling yang tepat dari konselor, sehingga dalam proses layanan bimbingan karir untuk mengembangkan bakat dan kreativitas yang positif.
b.    Bagi konselor
Hasil penelitian ini akan memberikan sumbangan untuk guru atau konselor dalam memberikan masukan atau bimbingan bagi peserta didik dalam pengembangan bakat dan kreativitas siswa.

D.       Asumsi
Dalam penelitian ini diasumsikan sebagai berikut:
1.    Bimbingan karir dapat diterapkan kepada semua siswa SMP
2.    Semua siswa memiliki banyak kreativitas
3.    Bakat dan kreativitas selalu ada dalam diri siswa

E.       Definisi Operasional
1.    Bimbingan karir ialah bimbingan dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia pekerjaan, dalam memilih lapangan pekerjaan atau jabatan (profesi) tertentu serta membekali diri supaya siap memangku jabatan itu, dan dalam menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan dari lapangan pekerjaan yang telah dimasuki. (Winkel, 2004: 114)
2.    Bakat adalah suatu kelebihan yang diberikan pada manusia sejak dalam kandungan sehingga dapat diketahui sejak dini. Sedangkan kemampuan adalah keahlian yang dimiliki seseorang dengan belajar dan berlatih (Marhijanto, 2003:1)
3.    Kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan ide-ide baru dan juga merupakan ungkapan unik dari keseluruhan kepribadian sebagai hasil interaksi individu dengan lingkungannya, dan yang tercermin dalam pikiran, perasaan, sikap atau perilakunya. (Munandar, 2003: 1 )

F.        Sistematika Penulisan
Untuk lebih memudahkan dalam pembahasannya, dalam penulisan penelitian ini penulis membaginya ke dalam beberapa bab.
BAB I      PENDAHULUAN
Dalam bab ini dimuat tentang latar belakang masalah, identifikasi masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, asumsi, definisi masalah, keterbatasan penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II     KAJIAN PUSTAKA
Dalam bab ini akan diuraikan dan akan mengupas secara teoristis tentang layanan bimbingan karir yang meliputi; pengertian layanan bimbingan karir, tujuan, aspek-aspek dan bentuk-bentuk serta proses layanan bimbingan karir. Pada uraian selanjutnya berisi tentang pengertian bakat dan kreativitas, fungsi dan tujuannya, faktor yang mempengaruhi bakat dan kreativitas, pengaruh layanan bimbingan karir terhadap bakat dan kreativitas yang positif dan kerangka konseptual serta hipotesis penelitian.
BAB III   METODOLOGI PENELITIAN
            Dalam bab ini diuraikan tentang tempat dan waktu penelitian, rancangan penelitian, identifikasi variabel penelitian, definisi operasional variabel, populasi dan sampel penelitian, metode pengumpulan data, uji validitas dan reliabilitas, dan teknik analisis data.
BAB IV   ANALISIS PENELITIAN
            Dalam bab ini diuraikan tentang kondisi SMP Negeri 1 Pungging Mojokerto, uji validitas dan reliabilitas, deskripsi data, pengujian persyaratan analisis data, pengujian hipotesis.
BAB V    PEMBAHASAN
            Dalam bab ini diuraikan tentang pembahasan hasil penelitian.
BAB VI   PENUTUP
            Dalam bab ini diuraikan tentang kesimpulan dan saran.