SKRIPSI TENTANG PENGARUH BIMBINGAN KARIER TERHADAP PEMILIHAN SEKOLAH



BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, implementasi Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijabarkan ke dalam sejumlah peraturan antara lain peraturan pemerintah nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan, berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mengemban fungsi tersebut,  pemerintah menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Peraturan pemerintah ini memberikan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasional pendidikan, yaitu: standar isi, standar proses, standar kompetensi kelulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.
Dengan dilaksanakan kurikulum 2004, guru pembimbing dituntut untuk selalu belajar dan bekerja lebih giat agar dapat melakukan tugas dan misinya dengan baik. Hal ini menunjukkan peningkatan kompetensi guru pembimbing merupakan suatu tuntutan dan kebutuhan yang perlu segera dipenuhi.
Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan. Bimbingan dalam menemukan pribadi dimaksud agar peserta didik mengenal kekuatan dan mengenal kelemahan dirinya sendiri serta menerimanya dengan positif dan dinamis sebagai modal pengembangan diri lebih lanjut. Bimbingan dalam rangka mengenal lingkungan dimaksudkan agar pserta didik mengenal secara obyektif lingkungan baik lingkungan sosial ndan lingkungan fisik, serta menerima berbagai kondisi lingkungan meliputi lingkungan rumah, lingkungan yang lebih luas, diharapkan menunujang proses menyesuaikan diri peserta didik dengan lingkungan yang dimaksud serta dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk pengembangan diri secara mantap dan berkelanjutan. Sedangkan bimbingan dlam rangka merencanakan masa depan dimaksudkan agr peserta didik mampu mempertimbangkan dan mengambil keputusan tentang masa depan dirinya sendiri, baik menyangkut bidang pendidikan, bidang karier maupun bidang budaya/keluarga/kemasyarakatan.
Pemilihan dan penyaluran sebagai dari program bimbingan dan konseling disekolah memegang peranan yang sangat penting terhadap upaya membantu siswa mengembangkan diri dan mengaktualisasikan diri untuk mencapai sita-cita hidup yang sesuai dengan dirinya dan lingkungan.
Secara luas, Gibson dan Mitchell (2003:3) merumuskan bahwa pemilihan dan penyaluran tersebut merupakan suatu kegiatan yang menempatkan atau memberikan kemudahan penempatan diri individu pada situasi  atau keadaan yang memungkinkan menarik manfaat dari pengalaman yang dibutuhkan, membuat penyesuaian yang menyenangkan, memperoleh informasi yang berguna baik secara umum, memberi dukungan terhadap perkembangan secara totalitas.
Konsep penempatan yang dikemukakan oleh Gibson dan Mitchell (2003:39) merupakan suatu upaya memberikan pengalaman dengan berbagai peran dan lingkungan belajar yang terarah pada pengembangan obyek didik melalui berbagai kegiatan kurikulum sekolah. Bimbingan sebagai proses dan bantuan terhadap pengembangan diri berarti dalam proses yang berkesinambungan subyek didik dibantu untuk memahami dirinya sendiri, menerima dan mendayagunakan kemampuan bakat, minat dan pola sikap serta keterkaitan dengan aspirasi dibidang pendidikan lanjut dan pilihan lain bagi masa depannya.
Untuk mewujudkan tujuan diatas diperlukan sekolah sebagai lingkungan pendidikan yang merupakan jalur pendidikan formal yang sangat strategis untuk mewujudkan tujuan pendidikan.
Sesuai dengan pengertian bimbingan dan konseling sebagai upaya membentuk perkembangan kepribadian siswa yang optimal, maka secara umum bimbingan dan konseling di SMP harus dikaitkan dengan pengembangan sumber daya manusia. Pengembangan sumber daya manusia dapat melalui jalur organisasi, latihan kepemimpinan.
Dalam hal ini berperan membantu siswa mengenal bakat, minat, dan kemampuan serta memilih dan menyesuaikan diri dengan kesempatan pendidikan untuk merencanakan karier yang sesuai dengan dunia kerja.
Secara khusus bimbingan dan konseling bertujuan membantu siswa agar dapat dapat mencapai tujuan-tujuan perkembangan yang meliputi aspek pribadi, sosial belajar dan karier.
Di dalam masyarakat tersedia banyak kesempatan–kesempatan pendidikan, kesempatan bekerja, kesempatan berhubungan satu sama lain, tetapi tidak semua individu yang sebenarnya  berkepentingan dengan kesempatan mengetahui dan memahami dengan baik. Kekurangtahuan dan kekurangan pemahaman ini sering membuat mereka kehilangan kesempatan, salah pilih jurusan, salah pilih pekerjaan, dan tidak meraih kesempatan dengan baik sesuai dengan cita-cita, bakat dan minatnya. Sudah tentu kejadian-kejadian ini akan sangat merugikan, tidak saja bagi individu yang bersangkutan tetapi juga masyarakat secara keseluruhan. Untuk menghindari kejadian-kejadian yang dapat merugikan, mereka perlu dibekali dengan informasi yang cukup dan akurat.
Agar bimbingan karier di sekolah dapat berfunsi dengan baik sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, maka beberapa pandangan tentang prinsip-prinsip perencanaan karier perlu diperhatikan oleh para pembimbing pada khususnya dan administrator sekolah pada umumnya, terutama dalam penyusunan program pelaksanaan bimbingan karier di sekolah meliputi : (1) Seluruh siswa hendaknya memahami dan menilai dirinya sendiri, terutama yang berkaitan dengan potensi yang ada dalam dirinya mengenai minat, bakat, sikap, dan cita-citanya; (2) Setiap siswa hendaknya menyadari dan memahami nilai-nilai yang ada dalam dirinya dan yang ada dalam masyarakat; (3) Setiap siswa hendaknya mendapat pengetahuan tentang berbagi jenis pekerjaan yang berhubungan dengan potensi yang ada dalam dirinya, mengetahui jenis-jenis pendidikan dan latihan yang diperlukan bagi suatu bidang tertentu, serta memahami hubungan usaha dirinya yang sekarang dan dengan masa depannya; (4) Siswa hendaknya dapat menemukan hambatan-hambatan yang mungkin timbul, yang disebabkan oleh dirinya sendiri dan faktor lingkungan, serta mencari jalan untuk dapat mengatasi  hambatan-hamabatan tersebut; (5) Siswa secara keseluruhan hendaknya dibantu dalam merencanakan masa depannya, serta menemukan karier dan kehidupan yang serasi dan sesuai; (6) Siswa pada setiap tahap program pendidikan hendaknya memiliki pengalaman yang berdasarkan pada informasi karier secara berarti dan realistik; (7) Setiap siswa hendaknya memilih kesemapatan untuk mengisi konsep, berbagai peranan dan keterampilan guna mengembangkan nilai-nilai dan norma-norma yang memiliki aplikasi bagi karier dimasa depannya; (8) Program bimbingan karier hendaknya memiliki tujuan untuk merangsang perkembangan pendidikan siswa; (9) Program perencanaan karier siswa di sekolah hendaknya berpusat di kelas, dengan koordinasi oleh pembimbing, disertai partisipasi orang tua dan kontribusi masyarakat.
Dengan demikian diharapkan siswa mampu memahami, merencanakan, memilih menyesuaikan diri, dan mengembangkan karier-karier tertentu setelah mereka tamat dari pendidikannya dalam memilih Sekolah Lanjutan Atas.

B.  Identifikasi Masalah
1.         Bimbingan Karier
Indikator bimbingan karier yaitu bimbingan kemampuan intelektual, bimbingan bakat khusus di bidang akademik, dan bimbingan tentang nilai-nilai kehidupan dan cita-cita masa depan.
2.         Pemilihan Sekolah
Indikator pemilihan sekolah yaitu perencanaan masa depan dan pengambilan keputusan untuk menentukan pilihan yang tepat.

C.  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka dirumuskan permasalahannya sebagai berikut:
1.    Bagaimanakah bimbingan karier siswa kelas IX SMP Negeri I Trwas Tahun Pelajaran 2012-2013?
2.    Bagaimanakah pemilihan sekolah bagi siswa kelas IX di SMP Negeri I Trawas Tahun Pelaran 2012-2013?
3.    Adakah pengaruh bimbingan karier terhadap pemilihan sekolah bagi kelas IX di SMP Negeri Trawas Tahun Pelajaran 2012-2013?
4.    Seberapa besar pengaruh bimbingan karier terhadap pemilihan sekolah bagi kelas IX di SMP Negeri I Trawas Tahun Pelajaran 2012-2013?

D.      Tujuan Penelitian
1.    Untuk Mengetahui bimbingan karier siswa kelas IX SMP Negeri I Trwas Tahun Pelajaran 2012-2013.
2.    Untuk Mengetahui pemilihan sekolah bagi siswa kelas IX di SMP Negeri I Trawas Tahun Pelajaran 2012-2013.
3.    Untuk Mengetahui pengaruh bimbingan karier terhadap ketepatan pemilihan sekolah bagi kelas IX  di SMP Negeri I Trawas Tahun Pelajaran 2012-2013.
4.    Untuk Mengetahui besar pengaruh bimbingan karier terhadap ketepatan pemilihan sekolah bagi kelas IX di SMP Negeri I Trawas Tahun Pelajaran 2012-2013.

E.       Manfaat Penelitian
Kurangnya informasi menyebabkan siswa melanjutkan sekolah ke SMU/SMK hanya mengikuti ajakan teman, sehingga menyebabkan siswa kurang tahu sekolah mana yang mempunyai prospek kerja yang lebih baik/bakat, minat.

1.    Bagi siswa
Agar tepat dalam memilih sekolah lanjutan yang sesuai dengan minta bakat dan kemampuannya
2.    Bagi guru atau konselor
Hasil penelitian ini akan memberikan sumbangan untuk guru atau konselor dalam memberikan masukan atau bimbingan bagi peserta didik dalam menentukan pilihan sekolah lanjutan
3.    Bagi lembaga
Sekolah tempat peneliti bekerja akan menerima hasil tentang pengaruh bimbingan karier bagi siswa secara jelas sehingga dapat dipergunakan untuk mengembangkan model sehingga dapat dipergunakan untuk mengembangkan model bimbingan karier bagi siswa di SMP Negeri I Trawas

F.       Definisi Istilah
Definisi operasional yang dimaksud adalah definisi tentang variabel penelitian, masing-masing menyangkut melanjutkan sekolah dalam layanan informasi. Kepercayaan diri melanjutkan sekolah yang dimaksud dalam penelitian ini merupakan hasil hasil penelitian yang dilakukan peneliti yang dilakukan di SMP Negeri I Trawas Kabupaten Mojokerto kelas IX semester II tahun ajaran 2012-2013.
Bimbingan karier adalah layanan yang memberikan bahan pengetahuan, berupa data dalam bidang pendidikan, bursa kerja, pribadi dan sosial.

G.      Asumsi Penelitian
Penetapan sebuah asumsi didasarkan kepada suatu gejala yang mendahului dan meletakkan kebenaran terhadap apa yang diteliti, antara lain:
a.    Kepercayaan untuk melanjutkan sekolah itu dapat dicapai oleh setiap siswa sesuai dengan kemampuannya
b.    Siswa dapat menerima pemilihan sekolah yang diberikan pembimbing sekolah melalui bimbingan karier
c.    Siswa dapat memahami dan mengerti isi angket yang berhubungan dengan bimbingan karier terhadap pemilihan sekolah.

H.      Keterbatasan Masalah
1.    Bimbingan karier yang diberikan dibatasi pada data tentang pendidikan sekolah menengah umum dan kejuruan, pekerjaan, pribadi, dan sosial dilingkungan sekolah.
2.    Penelitian dilakukan pada tahun 2012, sehingga hasil yang diperoleh tepat jika digunakan pada tahun ini.
3.    Bimbingan karier yang berhubungan dengan dunia luar sekolah, bukan cakupan penelitian.
4.    Penelitian ini hanya dilakukan pada siswa kelas IX SMP Negeri I Trawas Kab. Mojokerto.



I.         Sistematika Penulisan
Sistematika penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui penelitian ini secara keseluruhan. Adapun sistematika penelitian yang dimaksud sebagai berikut:
BAB I      : PENDAHULUAN
Dalam bab ini dimuat tentang latar belakang, identifikasi masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, asumsi penelitian, penegasan judul, keterbatasan penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II     : KAJIAN PUSTAKA
Dalam bab ini akan diuraikan dan mengupas secara teoritis tentang pengertian bimbingan karier, tujuan bimbingan karier, jenis-jenis bimbingan karier, fungsi bimbingan karier, materi bimbingan karier, penyelenggaraan bimbingan karier, pemilihan sekolah, pengaruh bimbingan karier terhadap pemilihan sekolah, kerangka konsep serta hipotesis penelitian.
BAB III   : METODE PENELITIAN
Dalam bab ini diuraikan tentang tempat dan waktu penelitian, rancangan penelitian, definisi operasional variabel, populasi dan sampel, metode pengumpulan data, uji validitas dan reliabilitas, teknik analisis data serta hipotesis statistik.

BAB IV   : PAPARAN HASIL PENELITIAN
Dalam bab ini diuraikan tentang gambaran umum SMPN 1 Trawas Mojokerto, uji validitas dan reliabilitas, deskripsi data, uji persyaratan analisis dan pengujian hipotesis.
BAB V     : PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
Dalam bab ini diuraikan tentang pembahasan hasil penelitian.
BAB VI   : PENUTUP
Dalam bab ini diuraikan tentang kesimpulan, implikasi dan saran.