Makalah Pengaruh Novel Terhadap Remaja



BAB I
PENDAHULUAN

1.1      Latar Belakang
Perkembangan karya sastra semakin hari tidaklah tetap, melainkan semakin bervariasi. Dalam zaman globalisasi saat ini, semakin banyak karya sastra yang muncul semakin berinteraksi dengan perkembangan zaman. Karya sastra yang tidak pernah luput dari perkembangan zaman adalah novel.
Novel merupakan karya sastra yang memiliki unsur utuh, karena penulisan novel didasarkan pada penggambaran secara rinci unsur ekstrinsik dan intrinsic yang tersurat dan tersirat di dalamnya.
Di dalam proses pemahamannya, novel adalah karya sastra yang lebih mudah dimengerti isinya karena rangkaian cerita dalam novel ditulis lebih lengkap dan terperinci. Hal ini mempermudah penikmat sastra dalam menikmati kronologis cerita. Akan tetapi, amanat dan gaya bahasa novel masih harus dicermati dan lebih selektif karena amanat yang disampaikan turut serta dalam kehidupan penikmat sastra terutama novel.

1.2      Pembatasan Masalah
Semakin digemarinya novel sebagai karya sastra yang diminati pembaca terutama remaja, maka semakin berkembanglah jenis-jenis novel remaja menurut masa kedigjayaannya. Penyebaran dan pemahaman serta pengaruh novel-novel saat ini terbilang kompleks dan masih menjadi kontroversi.
Berbagai aspek yang menyirati novel masih dikaitkan dengan sebab akibatnya. Adapun pembatasan masalah dalam karya tulis ilmiah ini adalah:
a.       Novel-novel yang dikaji.
b.      Opini remaja terhadap novel yang dikaji dan dampaknya kepada kepribadian remaja.


1.3      Rumusan Masalah
Dari uraian batasan masalah diatas, tim penyusun dapat menulis secara singkat rumusan masalah yang akan dibahas. Adapun rumusan masalah yang akan dibahas antara lain?
1.      Apa saja macam novel yang akan dikaji?
2.      Bagaimana sistem perkembangan pada zaman remaja?
3.      Apa saja macam-macam kepribadian remaja yang timbul akibat novel?
4.      Apa saja dampak positif dan negatif dari berbagai novel yang telah dikaji terhadap kepribadian remaja.

1.4      Tujuan
Merupakan suatu titik terang dari visi yang jelas guna membuat karya tulis ini berdaya guna dan dapat dipertanggungjawabkan manfaat dan sasarannya. Adapun tujuan dari penyusunan karya tulis ilmiah ini antara lain?
1.      Untuk mengetahui macam-macam novel yang dibaca oleh remaja.
2.      Untuk mengetahui macam-macam novel dan dampaknya terhadap kepribadian remaja.
3.      Untuk melengkapi tugas semester akhir bidang studi Bahasa dan Sastra Indonesia dalam tingkat pendidikan menengah atas.

1.5      Manfaat 
Dengan metode dan analisis data secara kwalitatif dan kwantitatif tentang pendalaman sasaran dan analisis data secara mendetail, Tim Penyusun kajian dalam karya tulis ini dapat digunakan sebagaimana mestinya. Dengan tujuan yang jelas, Tim Penyusun berharap karya tulis ini dapat mencapai sasaran dengan tepat sehingga tujuan yang diinginkan dapat dicapai. Dengan begitu, daya guna dari karya tulis ilmiah ini dapat memberi masukan yang edukatif bagi siswa SMAN 1 Trawas pada khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.



1.6      Metode Penelitian
Sistematika yang digunakan dalam penelitian ini haruslah menggunakan instrumen yang efektif. Tim penyusun menggunakan dua metode dalam karya tulis ini. Adapun metode yang digunakan yaitu:
1.6.1        Metode Literatur
Metode literatur lazim juga disebut metode teoritis. Yaitu metode penelitian yang menggunakan sumber penelitian berupa tulisan dalam kata lain menggunakan buku yang bersangkutan sebagai bahan penelitian. Metode literatur ini dinilai sebagai metode yang paling efektif karena metode ini melibatkan buku-buku yang berbasis sosial dan sesuai dengan pokok permasalahan yang dibahas dalam karya tulis ilmiah ini.
1.6.2        Metode Angket
Metode ini dilakukan dengan cara menyebarkan angket yang berisi pertanyaan yang dijawab oleh objek observasi. Metode ini dinilai sangat demokratif karena tiap subjek observasi dapat menjawab dengan bebas setiap pertanyaan yang diajukan. Sasaran yang digunakan sampel karya tulis ilmiah ini adalah sebagian  siswa dan siswi SMAN 1 Trawas.
Dalam penelitian ini, digunakan angket langsung yang tertutup. Angket langsung yang tertutup adalah pertanyaan-pertanyaan disajikan dalam kertas, dijawab secara langsung oleh responden sehingga tanpa ada campur tangan dari pihak lain. Dengan menggunakan metode ini, Tim Penyusun berharap data yang disajikan dan dianalisis sesuai dengan fakta yang berkembang dan terjadi di lapangan.



BAB II
LANDASAN TEORI

Karya sastra merupakan wujud dari spontanitas dan totalitas dari ekspresi yang ada dalam diri manusia. Karya sastra yang berwujud tulisan dari zaman dahulu sampai saat ini antara lain: dokumen penting, prasasti, syair, pantun, puisi, surat, prosa, cerpen, novel dan lain sebagainya.
Setiap orang memiliki persepsi dan apresiasi tentang sebuah karya sastra, baik secara personal ataupun konteks lain. Apresiasi tersebut secara substansinya memang menurut opini yang tidak bisa dibenarkan antara pendapat satu dengan pendapat lain. Bagi mereka yang menggandrungi sebuah karya sastra, sedikit banyak tentu bersikap fanatisme terhadap apa yang menjadi prioritas mereka.
Dalam sebuah pengumuman terhadap karya sastra, seseorang secara langsung ataupun tidak membawa amanat atau pesan ke dalam kepribadian maupun kehidupannya. Tidak terkecuali novel yang masih eksis di dunia imajinasi nyata ini. Padahal semua tahu, setiap ideology yang dibawa oleh apapun merupakan perkembangan yang harus diwaspadai agar tidak berakibat buruk pada dampak lain sebabnya.
Setiap perhelatan sastra dalam novel sangat berwara warni. Baik novel yang bersifat fenomenal, yang selalu eksis, maupun yang mendatangkan sensasi sendiri. Masing-masing memiliki citra dan kekhasan tersendiri. Setiap periode dalam novel menampilkan daya tarik tersendiri. Setiap angkatan novel di setiap masanya memiliki unsur pembangunan cerita kompleks yang sangat lincah untuk dikaji perpaduan cerita dengan amanat yang tersirat dan tersurat yang disampaikan. Oleh karena itu, setiap komplementer dalam sebuah cerita novel membutuhkan suatu gagasan tersendiri yang dapat membuat pesona tersendiri dalam novel yang disajikan.


BAB III
ANALISIS DATA

3.1      Macam Novel Yang Dikaji
Novel merupakan karya sastra tertulis yang berisi cerita lengkap dan terperinci. Dapat dikatakan pula bahwa novel adalah induk dari sebuah cerita pendek. Tetapi hal itu tidak dapat dibuktikan hanya dengan pandangan sebelah mata saja. Apresiasi yang disajikan dalam setiap novel yang dijadikan analisis memiliki keunggulan dan kelemahan. Novel yang dijadikan analisis oleh tim Penyusun antara lain:
3.1.1        Ayat-ayat cinta
Novel adikarya Habiburahman El Shirazy ini sangat fenomenal dan disebut sebagai novel pembangun jiwa. Unsur relijius yang terkandung dalam novel ini kuat, utuh dan humanis. Novel yang mengisahkan tentang perjuangan cinta seorang mahasiswa miskin dari Indonesia di Universitas Al Azhar Mesir bernama Fahri Abdullah harus berhadapan dengan tujuan percintaan. Dirinya yang hanya seorang mahasiswa miskin, telah dicintai oleh tiga perempuan dengan kelebihan dan latar belakang berbeda-beda. Unsur cerita yang berlatar belakang pendidikan, agama, perncintaan dan kehidupan sosial ini dikemas dalam suatu novel yang menjanjikan penggemar maupun khalayak umum
3.1.2        Laskar Pelangi
Laskar pelangi adalah sebuah novel fiksi ilmiah yang ditulis oleh Andrea Hirata. Novel tersebut menceritakan tentang perjuangan anak-anak beliyung dalam menuntut ilmu. Tentang kehidupan, suka duka, pemikiran anggota Laksar Pelangi disajikan dalam bentuk yang memukau oleh Andrea Hirata. Amanat novel yang menggelorakan semangat menuntu ilmu itu dipaparkan dengan bahasa sains yang disertai dengan glosarium di halaman belakang.


3.1.3        Novel Remaja
Lonely Joe, Elegi, Anabel oh Anabel, dll adalah sederet novel yang konstektualnya menggambarkan hedionisnya kehidupan remaja. Novel-novel tersebut disukai remaja karena memang dari segi kebahasaan yang dipakai, novel tersebut menggunakan bahasa pergaulan remaja saat ini. Tidak dipungkiri bahwa novel-novel tersebut juga menceritakan kehidupan, baik tingkah laku maupun tutur kata remaja saat ini. Unsur ekstrinsik yang disinggung dalam novel remaja juga tidak menutup kemungkinan, menaburkan sedikit banyak proses konseling ataupun bimbingan yang disertakan karena novel remaja merupakan bacaan yang lebih diminati oleh anak pada usia remaja menginjak dewasa.
3.1.4        Novel karya Fredy S.
Freddy S. merupakan novelis yang mengalami kejayaan pada tahun 90-an. Karya-karya yang monumental menggambarkan hedonisnya kehidupan remaja pada saat ini, membuat nama Freddy S. melejit bersama beberapa novelis, yang menulis novelnya dengan unsur cerita yang sama. Novel-novel tersebut menitik beratkan tentang hedonisnya pergaulan remaja saat ini.
3.1.5        Novel lain
Berikut ini merupakan novel-novel yang tidak tercantum dalam kategori novel diatas. Novel-novel ini diantaranya novel angkatan balai pustaka, angkatan 45, angkatan 66, dan lain sebagainya.

3.2      Sistem Perkembangan Pada Kehidupan Remaja
Perkembangan remaja, banyak hal yang memiliki peran yang membentuk remaja menjadi ideal. Salah satunya adalah hal yang mampu masuk dalam kepribadian remaja tersebut. Salah satunya adalah novel, sebagai wujud karya sastra yang dijadikan bahan bacaan oleh kaum remaja. Perkembangan emosi dan perkembangan moral dan mewarnai kepribadian seorang remaja merupakan bentuk awal dari efiforia dunia manusia.
3.2.1        Perkembangan emosi
Menurut English and English,emosi adalah “A complex feeling state accompanied by characteristic motor and glanduar ativies” (suatu keadaan perasaan yang kompleks yang disertai  karakteristik kegiatan kelenjar dan motoris). Sedangkan menurut Sarlito Wirawan Sarwono berpendapat bahwa emosi merupakan “setiap keadaan pada diri seorang yang disertai warna afektif baik pada keadaan lemas (dangkal) maupun pada keadaan luas (mendalam).”
Dalam pengertian diatas, dikemukakan bahwa emosi itu merupakan warna afektif yang menyertai setiap keadaan atau perilaku individu. Yang dimaksud warna afektif adalah perasaan-perasaan tertentu yang dialami pada saat menghadapi (menghayati) suatu situasi tertentu. Seperti gembira, bahagia, putus asa, terkejut, benci dan sebagainya.
Di bawah ini ada beberapa contoh tentang pengaruh emosi terhadap perilaku individu, diantaranya sebagai berikut:
a.       Memperkuat semangat, apabila orang merasa senang atau puas atas hasil yang dicapai.
b.      Melemahkan semangat, apabila timbul rasa kecewa akibat kegagalan (frustasi).
c.       Menghambat atau mengganggu konsentrasi belajar, apabila sedang mengalami ketegangan emosi dan bisa juga menimbulkan rasa gugup (nervous) dan gagap dalam berbicara.
d.      Terganggu penyesuaian sosial, apabila terjadi rasa cemburu dan iri hati.
e.       Suasana emosional yang diterima dan dialami individu semasa kecil akan tetap mempengaruhi sikapnya di kemudian hari, baik bagi diri sendiri ataupun orang lain.
Pengelompokan emosi dapat dijadikan dua bagian yaitu emosi sensoris dan emosi kejiwaan (psikis).
a.       Emosi sensoris, yaitu emosi yaitu emosi yang ditimbulkan oleh rangsangan dari luar terhadap tubuh seperti rasa dingin, panas, sakti, lelah, kenyang dan lapar.
b.      Emosi psikis, yaitu emosi yang memiliki alasan kejiwaan. Termasuk antara lain: perasaan intelektual, perasaan sosial, perasaan susila, perasaan keindahan dan perasaan ketuhanan.
3.2.2        Perkembangan pola fikir
Kematangan konsep dalam berfikir seorang remaja semakin terasa manakala remaja tersebut konteks hidup yang dijalani. Pola fikir manusia dalam tingkatannya berbeda, menjadikan suatu perbedaan antara suatu individu dengan individu lain. Intelegency Question (IQ) atau tingkat kecerdasan, Emotional Question (EQ) atau tingkat Spiritual  Question (SQ) atau tingkat spiritual seorang remaja yang berbeda menjadikannya wujud perkembangan ini sangat rawan pada saat anak mencapai periode emas (gold period) antara usia 3-5 tahun.

3.3      Macam-macam kepribadian remaja akibat novel
Kebutuhan merupakan dasar timbulnya tingkah laku individu. Individu bertingkah laku karena adanya dorongan untuk memenuhi kebutuhannya. Pemenuhan kebutuhan ini sifatnya mendasar bagi kelangsungan hidup individu itu sendiri. Jika individu berhasil dalam memenuhi kebutuhannya, maka dia akan merasa puas, dan sebaliknya, kegagalan dalam memenuhi kebutuhan ini akan banyak menimbulkan masalah bagi dirinya maupun bagi lingkungannya.
Pemenuhan kebutuhan individu tergantung kepada kebutuhan yang sedang dialami. Ketika individu sedang membutuhkan IQ maka permasalahannya adalah tentang kecerdasan dan aspek-aspeknya. Pemenuhan kebutuhan individu dan EQ maka ia membutuhkan estetika dan sesuatu yang sesuai untuk mereka. Proses kebutuhan akan nilai keindahan sebagai pelampiasan struktur otak kanan mereka.
Karya sastra dalam perkembangannya berdampak pada kepribadian remaja. Suatu ekspresi yang ditunjukkan dengan cara atau bentuk remaja. Suatu ekspresi yang ditunjukkan dengan cara atau bentuk imitasi, empati maupun simpati terhadap karya sastra yang diminati.
Dari sekian banyak karya sastra, novel merupakan karya sastra yang selalu up to date  sepanjang masa. Novel remaja merupakan jenis novel yang paling diminati oleh kalangan remaja dibandingkan dengan novel lain.
Perkembangan dan pencitraan isi maupun performa novel, dinilai sangat sesuai dengan tingkat kedewasaan, pola fikir, hobi dan aspek kepribadian remaja pada umumnya.
Dari koesioner yang dilakukan oleh Tim Penyusun didapatkan data bahwa para remaja menyukai novel tersebut karena dalam novel tersebut mengandung unsur percintaan, kehidupan remaja, tips dan trik, sangat menarik, memiliki makna, problem remaja, dan bahasa yang komunikatif sehingga lebih mudah dipahami.
Pada umumnya cerita yang dipaparkan dalam novel tersebut memang mengandung unsur-unsur diatas. Remaja yang menginginkan suatu kebutuhan akan struktur otak kanan membuat novel ini digandrungi oleh mereka. Perbuatan atau tutur kata yang disajikan dalam cerita tersebut juga tidak meninggalkan suatu unsur bimbingan dan konseling terhadap kehidupan remaja.
Dalam konteks kejiwaan, novel ayat-ayat cinta merupakan novel yang mengedepankan visi dan misi islam sebagai bacaan pergaulan. Deskripsi dan narasi yang disuguhkan dalam novel tersebut dinilai membangun jiwa karena kisah cinta dan romantismenya dalam pergaulan diceritakan secara mendetail tetapi tidak sampai menyinggung atau keluar dari syariat.
Novel tersebut ditulis berdasarkan pemikiran penulis dan berbagai sumber hukum islam serta etika dan norma islam yang up to date dan terjamin keshahihannya. Wujud tutur kata, tingkah laku dan berbagai macam aspek pergaulan dalam siratan novel tersebut. Didukung sebagian besar remaja sebagai novel pembangun jiwa. Wujud dari nilai yang disampaikan dalam novel tersebut antara lain bagaimana sikap menghormati dan menghargai sesama muslim, non muslim, mahram, bukan mahram, sisi islam dalam ajaran mendidik, kasih sayang serta etika islam yang dinilai membangun jiwa.
Lain ayat-ayat cinta, lain lagi laskar pelangi. Sastra sains fiksi yang ditulis Andrea Hiratta tersebut memukau sejumlah khalayak sastra. Novel yang menceritakan perjuangan anak-anak sekolah di pulau Belitung itu memicu semangat belajar dan berprestasi bagi para pembacanya. Novel tersebut tercatat sebagai best seller sebagai novel sains dan novel bermutu pendidikan. Bahasa yang digunakan dalam novel tersebut tidak tanggung hanya bahasa sastra tetapi juga bahasa ilmiah.
Hasil koesioner Tim Penyusun menunjukkan, alasan novel Laskar Pelangi digemari adalah dapat memicu semangat belajar, perkembangan teknologi, pedomaan dan falsafah hidup, semangat generasi muda dalam mengarungi hidup, bertanggung jawab, dan nilai-nilai kebenaran.
Novel-novel karya Freddy S. memang monumental pada zamannya. Novel-novel yang ditulisnya, mayoritas menceritakan dalam klutur hedonistic. Namun sebagian remaja yang menyukai novel-novel karya Freddy S. justru menganggap novel Freddy S. sebagai pelajaran. Remaja kebanyakan mengambil sisi positifnya sehingga tidak terjerumus pada hal-hal tersebut.

3.4      Dampak Positif dan Negatif Novel
Sikap pro kontra dalam setiap aktualisasi tidak dapat dihindarkan, dua respon itu seakan mutlak dalam berbagai peristiwa. Tidak menutup kemungkinan, novel yang merupakan sarana sastra remaja, memberi sikap pro dan kontra dikalangan khalayak.
Adapun dampak positif dari novel adalah:
a.       Memberikan pelajaran hidup.
b.      Mengembangkan pola fikir dan pengembangan diri kepada kepribadian remaja.
c.       Memperdalam serta mengambil ikhtisar educative dari pesan yang disampaikan.
d.      Menimbulkan semangat belajar dalam peningkatan kajian sastra Indonesia.
Sedangkan dampak negatif dari novel pada kepribadian remaja adalah:
a.       Aplikasi terhadap sikap yang kurang baik dalam cerita/novel.
b.      Bersifat empati dan berlebihan.
c.       Membuat dirinya sebagai korban voyeurisme.
d.      Menerapkan nilai-nilai yang kurang dibenarkan dalam etika hidup.


BAB IV
PENUTUP

4.1      Kesimpulan
Secara tidak langsung, bahan bacaan yang sering dibaca pastilah masuk dan teringat dalam memori otak. Dimana bahan bacaan yang sangat diminati dan dirasa menyenangkan akan lebih cepat tertangkap dibandingkan. Disini novel masih menjadi bahan bacaan yang sangat diminati oleh para remaja. Dari novel yang mereka baca tidak langsung kepribadian mereka akan terbentuk secara perlahan.
Tidak segala hal dalam novel dapat dikatakan baik bagi pembacanya, dapat dikata novel memiliki sisi positif dan negatif di dalamnya. Novel yang dibaca dapat membentuk cara pola fikir pembacanya sejalan dengan jalan cerita yang disajikan dalam novel.
Remaja yang berpendidikan haruslah konsumtif dalam mengambil pelajaran yang didapatkannya, disinilah para pembaca harus mengetahui apa dan bagaimana pelajaran dari novel yang dapat diambil dan diaplikasikan dalam kehidupannya.

4.2      Saran
Novel adalah salah satu bentuk apresiasi sastra dalam bentuk tertentu. Dalam sebuah pengaguman terhadap karya sastra, seseorang secara langsung ataupun tidak membawa amanat atau pesan ke dalam kepribadian maupun kehidupannya, namun tidak semua unsur di dalamnya dapat diambil dan diaplikasikan secara langsung. Karena tidak sesuai dengan etika atau nilai hidup yang berlaku. Disarankan agar para pembaca lebih selektif dan kolektif dalam memaknai dan mengambil isi dari novel sehingga tidak terjerumus dalam voyeurisme.
Dalam penyusunan karya tulis ini tim penyusun menyadari akan kesalahan-kesalahan, baik yang sengaja. Karena itu tim penyusun mengharapkan agar pembaca berkenan untuk memberikan kritik dan saran, demi tercapainya perbaikan di masa datang.


DAFTAR PUSTAKA

Nurhasan, A. Juntika dan Yusuf Samsu. 2008. Landasan Bimbingan Konseling. Bandung: Program Pascasarjana UPI dan Remaja Rodakarya.
Yusuf, Syamsu. 2001. Psikologi Perkembangan Anak Remaja. Bandung: PT. Remaja Rodakarya.
Junaedi, Musdi dkk. 1983. Pelajaran Kesustraan Indonesia Untuk SMA. Solo: Tiga Serangkai.